PT. Dinamika Metamorfosa Indonesia

PT.Dinamika Metamorfosa Indonesia ( DINAMOF ) was established in Jakarta Indonesia .

PT. Myindo Cyber Media

MyIndo proud its self in giving the best Information Technology Solution to application development, web-based system and security.

Universitas Nasional

Universitas Nasional (selanjutnya disebut UNAS) adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tertua di Jakarta dan kedua tertua di Indonesia.

Support By Windows - Outlook

Private Member Mail Group

D O T.TK

The Best Free Domain in The World

Kamis, 18 Maret 2010

Router Network

Memahami Piranti Router – Komponen Internal Router, Proses Booting, Dan Configuration Register, Serta Kebutuhan Minimum Dan Rekomendasi Sebuah Router
Router adalah piranti jaringan yang memungkinkan kita bisa menghubungkan inter-network dan memungkinkan forwarding packet secara cerdik. Router network digunakan untuk menghubungkan layanan WAN dan secara optional memberikan keamanan jaringan dasar melalui packet filter (dengan menggunakan extended access lists). Pemilihan dasar router network adalah sangat kritis dalam hal kita membangun koneksi WAN; membuat syste m keamanan tingkat advance; dan melakukan management network.
Router network adalah piranti layer 3 atau layer network yang digunakan untuk koneksi antar jaringan baik untuk jaringan LAN maupun WAN. Router network menggunakan IP address logical untuk menentukan path atau jalur mereka dan juga memberikan kebutuhan koneksi seperlunya untuk mengkases remote site.
Router Network - Diagram
Router Network - Diagram
Suatu router network haruslah mempunyai sifat yang fleksibel dan juga kebutuhan fungsional untuk bisa memenuhi jaringan modern. Sebuah router network jenis modular dengan minimum satu interface LAN (Erhernet 10 Mbps atau Fast Ethernet 100 Mbps) dan juga mendukung beberapa module WAN (seperti serial 0/1 yang biasa dipakai untuk koneksi protocol PPP; koneksi ISDN baik ISDN BRI maupun ISDN Pri; frame relay, ATM atau lainnya) lebih disukai (seperti jenis Cisco seri 2600) dibanding jenis permanent (seperti jenis lama Cisco 2500).
Gambar diatas ini adalah contoh diagram sebuah router dengan dua interface Ethernet LAN E0 dan E1 dan sebuah interface serial S0. Masing-2 interface mempunyai pengendali In dan Out dan juga Route table.
Komponen Internal router
Router network juga mirip dengan sebuah komputer, dia mempunyai komponen internal yang harusnya anda kenali dan fahami:
  1. ROM: Read only memory yang bersifat non-volatile, sudah diprogram dan tetap walau router dihidupkan atau dimatikan. Isi ROM sudah di program dipabrik dan tidak bisa diedit atau di delete informasi didalamnya. ROM berfungsi utuk menyimpan software IOS operating system dari router dan juga program POST (Power-on Self-Test). Jika router dihidupkan, ia menggunakan IOS image yang disimpan didalamnya untuk keperluan start-up.
  2. Flash: adalah memory yang bersifat non-volatile juga, yang juga bisa permanen walau router dimatikan atau dihidupkan dan lazim disebut sebagai memory yang bersifat EEPROM (Electronic Erasable Programmable Read-Only Memory). Cisco menggunakan Flash memory untuk menyimpan paten program Cisco yang disebut IOS. Dia menyimpan program dimana anda bisa memilih opsi-2 dalam konfigurasi sebuah router. IOS program yang disimpan didalam flash disebut Image. Flash memory bisa menyimpan beberapa image IOS dalam satu flash dan andapun bisa memilih IOS yang mana akan dipakai. IOS image biasa dibackup kedalam server TFTP sebagai backup image.
  3. RAM (Random Access Memory): adalah volatile, yang bersifat menyimpan data sementara saat router hidup. Jika dimatikan maka semua informasi yang ada didalamnya akan terhapus. RAM dipakai untuk menyimpan konfigurasi router saat ini, dan juga untuk keperluan caching, buffering, dan menyimpan routing table.
  4. NVRAM: tidak seperti RAM, Nonvolatile RAM (NVRAM) bersifat non-volatile yang tetap menyimpan isinya jika router dimatikan. NVRAM dipakai untuk menyimpan konfigurasi Startup (startup-config) dan register konfigurasi virtual. Saat dihidupkan, maka yang di load adalah sama dengan data yang disimpan di NVRAM ini. Jika anda mengubah konfigurasi router, maka pastikan untuk menyimpannya dengan command write memory agar bisa tersimpan apa yang telah dikonfigure.
Perlu diingat bahwa memory non-volatile (ROM, Flash, NVRAM) akan tetap tersimpan walau router dimatikan. Akan tetapi untuk RAM akan terhapus jika router dimatikan.
Proses booting router
Saat router dihidupkan maka ia akan menjalankan proses booting sebagai berikut:
  1. POST akan memeriksa hardware router. saat proses POST selesai dengan sukses, maka system LED OK indicator akan meyala.
  2. Router akan akan memuatkan / loading image IOS kedalam RAM
  3. Router kemudian load file konfigurasi kedalam RAM yang merupakan proses konfigurasi router dari data konfigurasi startup-config.
Sebuah router Cisco dapat memuat image IOS atau startup-config dari berbagai lokasi yang berbeda. Router dapat loading image IOS dari lokasi berikut:
  • Flash
  • TFTP server
  • ROM
Sementara untuk file konfigurasi, sebuah router bisa memuat dari file yang ada di:
  • NVRAM (startup confifguration file)
  • TFTP server
Flowchart Urutan Saat Router Loading IOS
Flowchart Urutan Saat Router Loading IOS
Diagram ini menunjukkan urutan dari loading IOS saat router network dihidupkan. Router pertama kali menjalankan POST untuk memeriksa hardware router sampai selesai. Kemudian router memeriksa konfigurasi register kalau ada IOS, jika ada maka IOS akan di load, jika tidak ada IOS maka akan mencari IOS dengan urutan dari Flash -> TFTP Server -> ROM.
Configuration register
Configuration register adalah software configuration register yang ada pada Cisco devices. Saat booting, device membaca configuration register untuk menemukan dimana image IOS. Nilai dari configuration register normalnya ditampilkan dalam angka hexadecimal.
Jika configuration register mempunyai nilai 0×2102, maka device akan load file starup-config dalam NVRAM dan menggunakan settingnya untuk menemukan dimana mendapatkan image IOS (NVRAM, TFTP Server, atau ROM).
Dengan mengubah nilai configuration register, anda bisa mem-bypass file startup-config dan load image IOS yang disimpan di ROM. Misalkan, jika kita lupa password pada router, tekan tombol Break waktu startup untuk skip file startup-config. Tergantung jenis devicenya, gunakan command confreg atau ubah register configuration secara manual nilainya dengan mengetik o/r 0×2142.
Yang berikut adalah karakteristik dari router:
  1. Untuk semua tujuan address dimana data akan dikirim, maka address layer 3 akan dipakai (yaitu address jaringan)
  2. Pemilihan jalur selalu optimal
  3. Forwarding paket berdasarkan isian pada table routing. Jalur optimal dapat dipilih dari kemungkinan banyak pilihan.
  4. Router menggunakan protocol routing untuk menkomunikasikan informasi routing dengan roouter lainnya. Untuk jaringan-2 yang berskala besar sangat dianjurkan untuk memakai routing dynamic seperti RIP; EIGRP; OSPF.
  5. Secara default, semua paket broadcast akan di blok, seperti packet broadcast dari DHCP server.
  6. Harus menggunakan kedua address layer 2 (MAC) dan juga address layer 3.
  7. Security dan pengendalian dapat diimplementasikan pada layer 3 dengan menggunakan extended access-list.
Sebuah router bagusnya bisa dimounted pada rack (rack mounted) didalam lokasi yang aman dari segala macam masalah lingkungan. Dengan penggunaan packet filter, router bisa digunakan untuk memfilter packet yang tidak diinginkan. Dengan extended access lists router bisa digunakan untuk memfilter berdasarkan IP address dan juga protocol dan jenis layanan.
Network Router Diagram
Network Router Diagram
Karena router network digunakan untuk menentukan arah atau jalur maka router memerlukan konfigurasi protocol routing dinamis. Protocol routing seperti RIP; IS-IS; OSPF; EIGRP; dan BGP dapat digunakan untuk bertukar informasi topology routing secara automatic. Static dan Default route dapat juga digunakan untuk lingkungan yang sederhana untuk menjamin interkoneksi.
OSPF bisa menjadi protocol IP routing yang digunakan pada backbone WAN corporate untuk menghungungkan masing-2 remote site / business units. Switches layer 3 dapat digunakan untuk memperbaiki kinerja inter-VLAN berdasarkan kecepatan routing.
Pemilihan router untuk infrastrucktur WAN anda haruslah memenuhi persyaratan standard berkut:
  1. Mendukung IP routing
  2. Seharusnya modular dan rack-mounted (hanya opsional)
  3. Mendukung protocol routing OSPF untuk koneksi ke jaringan core global corporate WAN anda
  4. Mendukung jenis koneksi WAN jika memang diperlukan seperti frame relay; jaringan ISDN; analog PSTN dan ATM.
  5. Mendukung paket filter (extended access-list)
  6. Untuk Cisco haruslah dengan IOS 12.1 keatas
  7. Mendukung interface command line, telnet dan manajemen SNMP v2
  8. Mendukung IP multicasting (CGMP, IGP dan PIM)
Fungsional internetwork dipengaruhi dengan kuat oleh performa dan opsi konfigurasi yang diberikan oleh layanan router yang dipasang dan juga layanan interkoneksi WAN. Layanan seperti QoS (Quality of Services), IP multicast dan extended access-list, bisa jadi tidak tersedia pada router low-end, sehingga layanan seperti VoIP dan kolaborasi interaktif menjadi tidak mungkin.

Local Area Network

Local area network memberikan fungsi pengiriman data melalui berbagai jenis jaringan fisik. Local area network beroperasi pada layer 1 (layer physical) dan 2 (layer data link) dalam model referensi OSI yang bekerja secara sinergi untuk melaksanakan tugas terbentuknya komunikasi data dengan design yang bagus dari environment jaringan anda.  Untuk lebih jelasnya masalah referensi model OSI ini anda bisa baca lebih detil di artikel saya yang lain masalah model referensi OSI.
Local area network (LAN) terdiri dari komputer, network interface card (NIC), networking medium, piranti pengendali traffic jaringan, dan piranti peripheral jaringan lainnya. LAN memungginkan suatu kantor bisnis yang menggunakan technology komputer untuk berbagi secara efficient seperti files, printer, dan memungkinkan komunikasi informasi seperti E-mail, telephone VoIP, Skype, dan lain-2.
Local Area Network didesign untuk melakukan berikut ini:
  • Beroperasi dalam batasan area geografi
  • Memungkinkan semua user untuk mengakses media bandwidth lebar
  • Memberikan konektifitas full-time kepada layanan local
  • Menghubungkan piranti-2 yang berdekatan sebatas media kabel / wireless
Local area network terdiri dari infrastrucktur jaringan kecepatan tinggi di satu lokasi tunggal yang dipakai untuk mengirimkan data applikasi dan layanan data lainnya. Technology local area network yang dipakai secara luas adalah teknologi Ethernet dikarenakan murahnya budget yang dipakai; gampang digunakan dan mudah dalam perawatan serta kemampuannya untuk naik ke skala jaringan berkecepatan Gigabit.
Apa saja piranti jaringan yang dipakai pada infrastruktur jaringan local area network? piranti jaringan yang beroperasi pada layer 2 Data  Link adalah Bridge; Switch dan ATM switch. Switch merupakan piranti switching yang murni bekerja pada layer 2 yang memungkinkan penggunaan bandwidth Ethernet lebih effisien. Piranti switch ini bisa melokalisasi dampak dari collision (tabrakan) data maupun contention data (data yang saling berebut jalan – yang saling salip dijalanan dua arah) dalam suatu jaringan. Hal ini bisa dicapai dengan cara mempelajari alamat piranti (MAC address) secara dinamis dalam local area network dan hanya menyampaikan datagram ke alamat piranti yang berhak menerima saja – sesuai alamat penerima kalau dalam surat tertulis. Bagaimana dengan Bridge? Bridge merupakan definisi aslinya dari fungsi yang bisa dilakukan oleh switch. Sementara ATM switch merupakan piranti ATM yang mempunyai kemampuan fungsi switch. Semenetara piranti local area network yang beroperasi pada layer 1 adalah Hub atau concentrator atau repeater.
Apa saja Design local area network yang umum?
LAN Diagram - small size
LAN Diagram - small size
Gambar diatas ini adalah diagram local area network dengan skala kecil yang hanya terdiri beberapa komputer sebagai client dari sebuah server data yang juga berfungsi sebagai print server; Wins ataupun bahkan sebagai DNS juga. Local area network ukuran sederhana ini biasa diapakai dalam SOHO – small office home office.
LAN Diagram - medium size
LAN Diagram - medium size
Gambar diatas ini merupakan local area network dengan ukuran medium yang bisa terdiri dari 3 atau lebih switch yang terpasang pada satu atau beberapa jaringan antar gedung. Kita lihat bahwa tidak diterapkan system redundancy dalam skala jaringan menengah ini.
LAN Diagram - large size
LAN Diagram - large size
Local area network yang jauh lebih rumit bisa diihat dari diagram diatas yang merupakan local area network skala besar dimana switch-2 tersebut diconfigurasi sedemikian rupa dalam suatu jaringan dengan system redundancy dengan mengaktifkan semua protocol spanning tree pada switch-2 tersebut begitu juga manual tuning dari semua switch.
Kenapa tidak ada satupun hub dalam ketiga bentuk rangkaian local area network diatas? Hub sudah tidak lagi popular sekarang ini, tapi yang lebih penting lagi adalah alasan bahwa hub merupakan piranti jaringan yang sudah kuno bahkan yang paling cerdas sekalipun tidak bisa menggunakan bandwidth local area network secara effisien. Sebab hub yang berfungsi sebagai repeater banyak port membagi bandwidth yang terbatas secara bersama-sama diantara semua piranti yang terhubung, dan membentuk satu collision domain dan satu broadcast domain – pokoknya tumplek bleg dalam satu bandwidth rame-rame. Hal seperti inilah yang pada akhirnya menimbulkan banyaknya data collision (tabrakan data), timeout pada terminal dan juga banyaknya transmisi data ulang.
Oleh karena itu maka semua local area network sudah seharusnya memakai switch yang bakal meningkatkan jauh lebih tinggi aliran jaringan Ethernet dan jauh mengurangi data collision pada local area network. untuk itu, yang berikut ini adalah standard yang direkomendasikan oleh switch yang dipakai dalam local area network.
1.       Untuk koneksi desktop computer gunakan switch minimum berkecepatan 100Mbps.
2.       Gunakan switch berkecepatan 1 Gigabit untuk koneksi server atau koneksi antar switch (uplinks).
3.       Switch harus mendukung command line untuk utilitas Telnet; yaitu management berbasis snmp.
4.       Mendukung protocol spanning tree.
5.       Mendukung Virtual LAN (VLAN).
6.       Mendukung tuning protocol STP per VLAN.
7.       Mendukung teknologi aggregation
VLAN bisa membuat jaringan bisa di buat segmentasi dengan mudah untuk alasan managemen ataupun alasan keamanan. VLAN juga memungkinkan LAN densitas tinggi dibangun menggunakan hardware switch yang sama. Beberapa switch dapat juga saling menghubungkan antar VLAN secara transparan dengan mengunakan protocol VLAN trunking.
VLAN Segmentasi jaringan
VLAN Segmentasi jaringan
Pada diagram sederhana diatas ini, local area network di segmentasi menggunakan switch yang mendukung VLAN. Pada scenario kita sebelumnya, local area network pada departemen Geologi; Akunting dan Workshop disegmen dengan menggunakan VLAN.

Koneksi WAN

Koneksi WAN – pada saat pesan data menjelajah WAN cloud, ia akan menjelajah dari titik ke titik secara berbeda tergantung koneksi fisik WAN dan juga protocol yang dipakai. Jenis koneksi WAN normalnya tergantung pada layanan yang bisa diberikan oleh penyedia WAN, dan juga berhubungan dengan jenis interface fisik yang dipakai untuk menghubungkan router. Ada banyak sekali jenis koneksi, akan tetapi jika memungkinkan pilihlah jenis koneksi yang teknologinya bisa mendukung data rate yang lebih tinggi dan mendukung konfigurasi yang fleksibel.
Diagram dibawah ini adalah struktur koneksi WAN yang umum dipakai.
Struktur Koneksi WAN
Struktur Koneksi WAN
Catatan:
DTE adalah Data Terminal Equipment yang berada pada sisi koneksi link WAN yang mengirim dan menerima data. DTE ini berada pada sisi bangunan si pelanggan dan sebagai titik tanda masuk antara jaringan WAN dan LAN. DTE ini biasanya berupa Router, akan tetapi computer dan multiplexer juga bisa bertindak sebagai DTE. Secara luas, DTE adalah semua equipment yang berada pada sisi tempat si pelanggan yang berkomunikasi dengan DCE pada sisi yang lain.
Demarc adalah titik demarkasi dimana perkabelan dari perusahaan telpon terhubung ke perkabelan di sisi rumah pelanggan. Umumnya pelanggan bertanggung jawab terhadap semua equipment disisi demark dan fihak Telkom bertanggung jawab semua equipment disisi lain dari demark.
Local loop adalah kabel ekstensi ke kantor central telephone.
Central office adalah fasilitas switching dan juga memberikan entry WAN cloud dan juga exit points untuk panggilan masuk dan keluar, dan juga bertindak sebagai switching point untuk meneruskan data ke central office lainnya. Central office juga memberikan layanan seperti switching sinyal telpon masuk menuju trunk line. CO juga berfungsi memberikan catu daya DC ke local loop untuk membentuk circuit electric.
DCE adalah peralatan data circuit terminating yang berkomunikasi dengan DTE dan juga WAN cloud. DCE pada umumnya berupa router disisi penyedia jasa yang merelay data pesan antara customer dan WAN cloud. DCE adalah piranti yang mensuplay signal clocking ke DTE. Suatu modem atau CSU/DSU disisi pelanggan sering diklasifikasikan sebagai DCE. DCE bisa serupa DTE seperti router akan tetapi masing-2 mempunyai perannya sendiri.
PSE adalah packet switching exchange, suatu switch pada jaringan pembawa packet-switched. PSE merupakana titik perantara di WAN cloud.
WAN cloud adalah hirarkhi dari trunk, switch, dan central office yang membentuk jaringan sambungan telpon. Kenapa di presentasikan dengan Cloud karena struktur fisik bermacam-2 dan jaringan-2 dengan titik koneksi bersama bisa saling timpang tindih.
Standard koneksi WAN
Koneksi standard WAN yang direkomendasikan adalah sebagai berikut.
1.       Untuk layanan WAN menggunakan koneksi serial, gunakanlah kabel serial V.35
2.      Untuk koneksi WAN berkecepatan rendah (dibawah 64Kbps) yang biasa diasosiasikan dengan PSTN analog, gunakanlah kebel serial RS-232.
3.      Untuk koneksi ISDN BRI, kabel UTP (Cat5) yang digunakan seharusnya memakai kabel dengan warna yang berbeda (putih atau kuning) dari kabel UTP yang umum dipakai untuk menunjukkan bahwa kabel tersebut adalah koneksi WAN. Perlu diperhatikan bahwa peralatan ISDN yang disambungkan pada piranti yang buksan ISDN bisa menyebabkan kerusakan.
4.      Untuk koneksi WAN ISDN, terminal adapter (TA) haruslah dihindari; sebaiknya gunakan router ISDN native.
5.      Semua perkabelan haruslah di dokumentasikan dan diberi label dengan jelas.
Ada tiga kategori koneksi WAN yang ada:
1.       Dedicated Point-to-point atau leased line (serial synchronous) seperti T1, T3
2.      Jaringan circuit-switched (asynchronous serial) seperti ISDN
3.      Jaringan Packet-switched (synchronous serial) seperti frame relay, x.25
Dedicated connection atau leased line
Dedicated connection atau leased line adalah koneksi sambungan permanen point-to-point antara dua piranti yang mempunyai karakteristic berikut ini:
1.       Dedicated point-to-point – serial synchronous
2.       Koneksi permanen, seperti T1, T3
3.      Ketersediannya tinggi
4.      Sambungan biasanya disewa dari penyedia layanan WAN
5.      Leased line lebih mahal disbanding solusi WAN lainnya
6.      Menggunakan koneksi terpisah di masing-2 titik
Koneksi WAN Point to Point
Koneksi WAN Point to Point
Kapan seharusnya memakai jenis sambungan WAN jenis ini?
1.       Jika jaringan kita mempunyai trafik yang sangat tinggi melalui jaringan WAN
2.      Jika memerlukan sambungan konstan antar site
3.      Hanya mempunyai beberapa interkoneksi site saja
Silahkan baca PPP Protocol untuk memahami jenis koneksi WAN ini.
Jaringan circuit-switched
Jenis koneksi jaringan circuit-switched memberikan alternative dari sambungan leased line, memungkinkan kita menggunakan sambungan bersama (share line). Koneksi WAN jenis ini bekerja dua arah, koneksi WAN dial-in dan dial-out. Saat kita memakai koneksi WAN circuit-switched, maka:
1.       Komputer pengirim dials-in ke sambungan dan terbentuklah koneksi WAN
2.      Komputer penerima mengirim pemberitahuan dan mengunci sambungan
3.      Komputer pengirim mentransmisikan data melalui koneksi WAN ini
4.      Setelah transmisi selesai, koneksi dilepas agar user yang lain bisa memakai
Koneksi WAN Circuit Switched
Koneksi WAN Circuit Switched
Jaringan cisrcuit switched menggunakan switch virtual circuit (SVC). Suatu jalur dedicated transmisi data terbentuk sebelum komunikasi dimulai dengan cara melepas switch electric. Jalur ini akan tetap terbentuk sampai komunikasi berakhir.
Lihat artikel tentang jaringan ISDN yang menggunakan jenis koneksi WAN ini.
Jaringan Packet-switched
Jaringan packet-switched tidak memerlukan sambungan tersendiri atau sambungan cadangan sementara. Sebaliknya jenis jaringan packet-switched ini memungkinkan jalur paket data di set secara dinamis ketika data mengalir melalui jaringan. Jenis koneksi jaringan ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1.       Message dipecah kedalam paket-2 (bukan paket lebaran atu)
2.      Paket-2 menjelajah secara independen melalui interjaringan (yaitu mengambil jalur yang berbeda)
3.      Pada sisi penerima paket-2 di assembling ulang pada urutan yang tepat
4.      Piranti pengirim dan penerima mengasumsikan suatu koneksi yang ’selalu on’ (tidak memerlukan dial-up)
Jenis koneksi jaringan WAN ini menggunakan permanent virtual circuit (PVC). Walaupun suatu PVC terlihat terhubung langsung – jalur WAN tersendiri, jalur yang diambil setiap paket melalui inter-jaringan dapat berbeda (pribahasanya: banyak jalur menuju Jakarta).
Koneksi WAN paket switched
Koneksi WAN paket switched
Catatan: bahwa jaringan dedicated dan packet-switched mempunyai sambungan koneksi WAN yang selalu tersedia (On terus getu) ke dalam jaringan, sementara jaringan circuit-switched pertama harus membuat jalur koeksi WAN terbentuk terlebih dahulu antar piranti (melalui dial-up). Dial-on-demand routing (DDR) …(ini artinya apa yach …dial kalo butuh aja …gak butuh yach tak tendang …gitu kira-2 artinya ..) dapat mensimulasikan koneksi WAN yang selalu ‘On terus’ tanpa susah payah. Dengan DDR router secara automatis membuka koneksi WAN baru jika data perlu di kirim, dan kemudian menutup sendiri saat sambungan jadi idle. Teknologi WAN terbaru memperbaiki proses koneksi WAN menjadi lebih pendek.

Wide area network

Wide area network terdiri dari berbagai macam koneksi jaringan antara beberapa site. Koneksi jaringan wide area network menghubungkan remote site dengan kecepatan yang sangat jauh lebih lambat dari kecepatan koneksi jaringan local area network. tersedia banyak sekali opsi teknologi dan konektifitas yang bisa menghubungkan beberapa remote site.
Perangkat modem yang akan digunakan haruslah bisa mendukung kebutuhan lebar bandwidth dan kebutuhan aplikasi jaringan untuk yang sekarang maupun untuk rencana kedepannya. Banyak  aplikasi jaringan yang baru seperti Voice oer IP (VoIP) dan kolaborasi messaging memerlukan aktifasi services khusus dari jaringan. Untuk router-2 yang canggih fitur-2 tersebut malah sudah tersedia dan tinggal mengaktifkannya. Dengan demikian kita bisa memanfaatkan untuk keperluan layanan seperti keamanan jaringan, qualitas services (QoS), system redundansi link dan juga IP multicasting.
Layanan Wide area network
Layanan Wide area network normalnya beroperasi pada layer Physical dan Data link pada model OSI. Layanan Wide area network seperti Frame Relay, ATM, dan ISDN adalah merupakan teknologi yang sudah mapan dikarenakan kemampuannya memberikan layanan digital kecepatan tinggi. Sementara untuk koneksi remote site dengan kecepatan rendah bisa menggunakan X.25 dan PSTN. Solusi broadband seperti xDSL dan modem kabel bisa memberikan konektifitas melalui suatu iVPN (tunnel berinkripsi) melalui Internet. PT Telkom juga menyediakan layanan VPN-IP yang murah dan handal untuk konektifitas antar cabang di seluruh wilayah Indonesia. Sementara untuk teknologi Wireless dan Satelite bisa digunakan untuk koneksi beberapa tempat remote yang sangat extreme dimana tidak tersedia layanan WAN dan infrastruktur jaringan public lainnya.
Ada banyak tersedia layanan wide area network seperti yang berikut ini:
1.       Frame relay yang bisa memberikan layanan WAN dengan kecepatan sampai 2,048Mbps.
2.      Layanan leased line yang bisa memberikan kecepatan lebih dari 2,048Mbps
3.      ISDN BRI dengan kecepatan sampai 128Kbps
4.      ISDN PRI dengan kecepatan sampai 2,048 Mbps
5.      ATM dengan kecepatan sampai 155Mbps bahkan lebih
6.       X25 merupakan system lama yang hanya sampai 56Kbps
7.      Modem analog (PSTN) bisa memberikan kecepatan sampai 56Kbps dengan kompresi
8.      Broadband xDSL dan modem kabel
9.      Wireless (Microwave dan Satelite)
Layanan WAN ISDN dan Frame relay lebih disukai daripada X25 sementara ISDN juga lebih disukai daripada layanan analog PSTN.
Teknologi WAN normalnya dikatagorikan dalam tiga kelas layanan:
1.       Leased line
2.      Circuit switched
3.      Packet switched
Layanan leased line menggunakan line eksklusif  dari penyedia jaringan, sementara layanan Circuit Switched mentransmisikan data setelah terbentuknya jaringan lewat call (PSTN atau ISDN) dan untuk layanan WAN Packet Switch (Frame Relay, X.25 dan ATM) menggunakan infrastruktur carrier sharing untuk mentransmisikan data melalui virtual circuit (VC).
Wide area network services
Wide area network services
Layanan packet switched seperti Frame relay dan ATM adalah popular karena secara umum harga bandwidth per Kbps lebih murah dan fleksibilitas dalam pemasangan virtual circuits melalui interface tunggal pada router. Kebanyakan Permanent Virtual Circuit (PVC) bisa memungkinkan ukuran circuit didefinisikan yang menjamin level layanan minimum, dan jika kebutuhan jaringan berubah, maka ukuran circuit bisa juga diubah sesuai kebutuhan.
WAN kebutuhan bandwidth
WAN kebutuhan bandwidth
Layanan circuit switched seperti layanan yang diberikan pada ISDN dan PSTN analog, memerlukan suatu call untuk bisa terbentuknya suatu circuit dan berlangsung sampai selesainya koneksi. ISDN juga sering dapat digunakan untuk titik koneksi pada layanan WAN lainnya seperti Frame relay atau X25. Dapat juga digunakan untuk dial-on-demand (dial sesuai kebutuhan) atau system backup link. Leased line memberikan koneksi full-time dimana jalurnya diberikan permanen oleh penyedia jaringan.
Teknologi broadband terbaru seperti xDSL menawarkan koneksi kecepatan tinggi (disbanding standard PSTN) melalui kawat tembaga standard kabel telpon. Teknologi ini normal dipakai untuk kebutuhan layanan Internet saja jika tersedia.
Sementara layanan WAN lewat microwave line of sight (wireless) dan satellite dapat digunakan pada remote site yang betul-2 exrem dimana sama sekali tidak tersedia layanan WAN. Layanan ini menawarkan berbagai kecepatan koneksi. Koneksi satellite bisa menawarkan umumnya sampai 512Kbps, sementara microwave line of sight bisa menawarkan kecepatan sampai 52Mbps atau bahkan lebih. Perlu dicatat bahwa layanan WAN ini bisa bervariasi sangat mencolok tergantung tersedianya layanan pada lokasi dan penyedia layanan WAN tersebut, tersedianya bandwidth, tingkat layanan dan harga. Bandwidth dan harga merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam memilih penyedia layanan WAN. Layanan WAN yang dipilih akan mempengaruhi pemilihan interface yang dipakai pada router. Karena beragamnya pilihan layanan WAN dan juga tersedianya interface koneksi fisik WAN, maka pemakaian router modular lebih menguntungkan yang memungkinkan fleksibilitas dalam pemilihan koneksi layanan WAN.
WAN diagram
WAN diagram
Pada diagram diatas terlihat koneksi jaringan wide area network – yang merupakan blok diagram koneksi wide area network sederhana dalam aplikasi jaringan WAN.

Backup Lewat Jaringan

Urgensi Kebutuhan Backup lewat Jaringan Pada Organisasi Anda
Dalam suatu jaringan LAN berskala besar dimana anda mempunyai banyak server dan data yang disimpan dimasing-2 server sangat besar dan jika ditotal bisa mencapai ratusan Gigabyte sampai Terabyte, maka akan sangat tidak mungkin anda menggunakan backup drive yang berkapasitas kecil di masing-2 server. Untuk itu anda membutuhkan backup drive terpusat yang bisa mem-backup semua server dalam satu kali jalan, yaitu backup lewat jaringan.
Jika dalam salah satu server anda terdapat data sebesar sekitar 500 MB yang harus anda backup secara regular, baik daily, weekly, maupun monthly, sementara backup drive anda hanya mampu menyimpan sekitar 300 MB – maka itu berarti anda harus mengganti tape dua kali untuk melakukan full-backup setidaknya seminggu sekali dan tiap akhir bulan. Itu baru satu server, kalau ada 5 server data gimana…anda harus tidur dikantor agar bisa meng-ganti-2 tape di masing-2 server. Untuk itulah anda memerlukan piranti backup yang berkapasitas besar dan bisa memuat beberapa tape sekaligus dan berjalan automatis melakukan backup lewat jaringan. Sebut saja Autoloader dari HP yang bisa memuat sampai 8 tape atau kelas diatasnya dimana satu tape bisa menyimpan data sampai 300 Mb atau lebih.
Untuk itu semua server anda harus berada pada backbone dengan media Gigabit dimana NIC dari server anda adalah Gigabit Ethernet dan piranti Switch dimana semua server terhubung juga Gigabit Switch dan kabel jaringannya pun harus yang Cat 5e atau fiber optic. Hal ini sangat memungkinkan anda melakukan backup terpusat ke suatu piranti backup autoloader lewat jaringan. Jika backup lewat jaringan dengan menggunakan media transmisi fast Ethernet 100 Mbps, maka akan membutuhkan waktu yang sangat lama sekali untuk menyelesaikan data backup ber-ratus-2 Giga apalagi sampai Tera dan bisa jadi sampai sore berikutnya baru selesai. Hal ini tidak boleh terjadi, anda harus bisa menghitung antara kecepatan backup piranti backup ini dengan total data yang harus di backup dan kapasitas transfer rate media jaringan.
Backup lewat jaringan pada umumnya memerlukan architecture software Client-Server. Satu server dimana piranti backup terhubung memerlukan software server backup. Untuk setiap server yang akan dibackup lewat jaringan juga harus di-install client backup software. Sebut saja software backup corporate yang sering dipakai adalah Veritas, dan bagusnya Veritas ini bisa untegrasi dengan system active directory anda. Jika anda mempunyai Exchange server yang harus dibackup maka anda harus membeli license backup agent untuk Exchange, begitu juga jika anda mempunyai SQL server anda juga memerlukan SQL backup agent license.
Strategy backup lewat jaringan
Pada normalnya ada 4 macam strategy backup lewat jaringan yang bisa anda terapkan dalam organisasi anda.
1. Normal Backup
Semua file dan directory yang dipilih akan dibackup. Attribute archive akan dihapus. Strategy Normal backup tidak menggunakan “attribute archive” untuk memilih file yang akan dibackup, semua file yang telah dipilih akan dibackup dan ditratsfer ke media tujuan backup lewat jaringan baik yang beratribute “archive” atau tidak. Bagaimana anda mengetahui bahwa suatu file ber-atribute “archive” atau tidak? Klik kanan file anda dan pilih Property – kemudian klik tombol Advance, disana anda akan melihat attribute suatu file apakah dia “file is ready for archiving” atau tidak seperti pada gambar dibawah ini.

Attribute Archive Pada Property File

Attribute Archive Pada Property File
Semua jenis strategy backup dimulai dari Normal Backup yang merupakan tanda suatu baseline, memasukkan semua file backup kedalam suatu “backup job”.
2. Incremental Backup
Dalam strategy Incremental, semua file yang ber-atribute “archive” akan dibackup. Kemudian setelah di backup, attribute “archive” dihilangkan. Semua file yang di tandai “archive” ditransfer ke media tujuan backup baru kemudian tanda “archive” dihilangkan. Jika anda melakukan Incremental backup sehari setelah suatu Normal backup dilakukan, maka job backup akan mem-backup semua file yang dibuat atau dimodifikasi pada hari itu saja. Sama juga jika anda melakukan Incremental backup sehari setelah anda melakukan Incremental backup, maka file yang dibackup adalah semua file yang dibuat dan berubah pada hari setelah dilakukan Incremental backup.
3. Differential Backup
Semua file yang di set attribute “archive” akan dibackup , akan tetapi attribute “archive” ini tidak dihapus setelah selesai di backup. Karena strategy backup differential ini menggunakan attribute “archive”, job backup yang hanya mencakup files yang dibuat atau file yang diubah setelah dilakukannya backup normal atau backup incremental. Differential backup tidak menghapus attribute “archive”, makanya jika anda melakukan differential backup dua hari berturut-2 maka anda akan mem-backup file yang sudah anda backup pada backup pertama dan juga file yang berubah dan dibuat setelah backup petama tadi dihari kedua. Sebagai akibatnya, strategy backup differential cenderung lebih besar dan membutuhkan waktu yang lebih lama disbanding strategy Incremental backup, akan tetapi kurang dibandinh strategy Normal backup.
4. Copy Backup
Semua file dan folder yang dipilih akan dibackup. Strategy Copy backup ini tidak menggunakan attribute “archive” atau menghapusnya. Strategy Copy backup ini tidak dipakai pada backup yang dischedule atau backup pada umumnya. Sebaliknya strategy Copy backup ini dipakai untuk memindah data antara dua system atau untuk mem-backup suatu copy archive data pada suatu waktu tanpa harus mengganggu procedure jadwal backup yang sudah disetup.

Strategy Backup Lewat Jaringan

Strategy Backup Lewat Jaringan
Backup lewat jaringan dengan strategy yang tepat sangat dibutuhkan sebagai salah satu upaya untuk menghadapi suatu Disaster – suatu bencana dalam system anda, sebagai salah satu upaya Disaster Recovery Planning dalam kelangsungan bisnis anda.
Jauh hari pada saat anda membuat design jaringan anda pun harus sudah mengantisipasi urgensi kebutuhan backup lewat jaringan dalam perkembangan bisnis anda kedepan.

Piranti Jaringan

Piranti jaringan kebanyakan beroperasi pada layer 1; layer 2 dan layer 3 pada model referensi OSI. Router CIsco beroperasi pada layer 3 dari model OSI. Sementara Bridge; Switch beroperasi pada layer 2 pada model OSI. Pengetahuan mengenai perangkat jaringan ini sangat penting bagi anda dalam men-design suatu system jaringan seperti pada scenario jaringan di tambang Guinea sebelumnya.
1. Ethernet Hub
Piranti jaringan Hub sudah dianggap kuno yang tidak bisa memanfaatkan bandwidth jaringan dengan efisien. Makanya kita tidak akan memakai piranti Hub ini, akan tetapi setidaknya kita harus tahu kenapa piranti Hub ini tidak popular dan tidak direkomendasikan dalam infrastruktur jaringan.
Ethernet Hub beroperasi pada layer 1 pada model OSI yang berfungsi sebagai repeater multiport atau hanya sebagai amplifier saja. Hub memakai bandwidth terbatas (10Mbps) secara bersama-sama dengan semua piranti jaringan membentuk satu collision domain dan satu broadcast domain. Karena mekanisme kendali collision CSMA/CD dan juga keterbatasan share Ethernet, Hub secara efectif hanya mengjinkan keluaran jaringan terbaik pada 30-40% saja. Bandwidth ini kemudian dibagi secara bersama-sama antara semua piranti jaringan dalam LAN. Pada trafik jaringan dengan transmisi rate yang sangat tinggi, pemakaian collision domain tunggal (topology Hub) menghasilkan statistic data collision yang sangat tinggi, terputusnya client; dan dara transmisi ulang.
Piranti Jaringan - Hub
Piranti Jaringan - Hub
Penggunaan Hub pada jaringan LAN berkecepatan tinggi akan menghasilkan kinerja jaringan yang sangat buruk, data collision yang berlebihan, dan berpotensi pada jaringan untuk terputus-putus (time-out) bahkan putus sama sekali terhadap jaringan. Hubs juga memungkinkan data disusupi dan informasi sensitive bisa dicegat.
2. Switch
Semua konfigurasi jaringan dalam scenario kita disini akan memakai Switch sebagai piranti jaringan dalam koneksi komputer ke jaringan. Piranti jaringan switch akan menaikkan kinerja tingkat keluaran jaringan secara besar sekali. Switch memungkinkan kita mengupgrade atau migrasi ke jaringan campuran 10/100 Mbps atau bahkan lebih tinggi, dan mengurangi jauh pengaruh dari data collision pada jaringan. Switch yang cerdas menawarkan berbagai kinerja dan keuntungan manajemen termasuk pendefinisian virtual LAN (VLAN) dan kemampuannya untuk melaksanakan kendali multicast (perlu dalam aplikasi konferensi video). Beberapa switch juga mendukung kemampuan untuk pelaksanaan agrehasi link khusus yang bisa memberikan tambahan bandwidth kepada LAN jika diperlukan.
Switch mempunyai mempunyai karakteristik seperti berikut:
1.       Mempelajari address MAC dari piranti jaringan yang terhubung kepadanya.
2.      Table address MAC dibangun dan dimaintain
3.      Frame broadcast/multicast di lepas ke semua port
4.      Spanning Tree protocol (STP) digunakan untuk menghilangkan bridging loops
Switch yang bagaimana yang direkomendasikan untuk diterapkan dalam scenario jaringan?
1.       Bisa memberikan koneksi switch 100 Mbps kepada desktop
2.      Bisa memberikan koneksi switch 1Giga kepada server atau inter-switch (uplink)
3.      Mendukung command line, SNMP v2 dan Telnet
4.      Mendukung Spanning Tree Protocol (STP)
5.      Mendukung VLAN
6.      Mendukung virtual trunking protocol untuk koneksi VLAN antar switch-switch
7.      Mendukung protocol STP per VLAN basis
8.      Bisa mendukung IP multicast
Piranti Jaringan - Switch
Piranti Jaringan - Switch
3. Router
Piranti jaringan yang bekerja pada layer 3 pada model OSI adalah Router. Router adalah piranti jaringan yang bisa memberikan koneksi inter-jaringan antara beberapa jaringan dan membuat forwarding intelligent paket menjadi mungkin. Router dipakai untuk menghubungkan jaringan ke layanan Wide area network dan secara opsional memberikan keamanan jaringan melalui paket filtering (extended access-lists).
Piranti Jaringan - Router
Piranti Jaringan - Router
Hardware Router itu kayak komputer juga yang mempunyai komponen internal penyimpanan dari router yang seharusnya anda kenal:
1.       ROM: sudah terprogram, memory yang tidak bisa ditulis yang menyimpan program bootstrap – yang merupakan system operasi dari router yaitu software IOS dan juga program Power-on-self-test (POST) yang merupakan program yang dijalankan saat router dihidupkan.
2.      Flash: memory yang non-volatile tapi bisa diprogram yang menyimpan program paten system operasi Cisco (IOS).
3.      RAM: merupakan memory volatile yang mengandung system operasi yang sedang beroperasi dan juga mentimpan konfigurasi dari router termasuk routing table.
4.      NVRAM: memory yang volatile tapi bisa tetap, yang menyimpan salinan backup dari file configurasi startup (startup-config) dan juga register dari konfigurasi virtual.
Catatan: isi dari memory non-volatile (seperti ROM, flash, dan NVRAM) akan tetap tersimpan saat router dimatikan. Isi dari memory volatile (RAM) akan hilang jika router dimatikan.
Yang berikut adalah karakteristik dari router:
1.       Untuk semua tujuan address dimana data akan dikirim, maka address layer 3 akan dipakai (yaitu address jaringan)
2.      Pemilihan jalur selalu optimal
3.      Forwarding paket berdasarkan isian pada table routing. Jalur optimal dapat dipilih dari kemungkinan banyak pilihan.
4.      Router menggunakan protocol routing untuk menkomunikasikan informasi routing dengan roouter lainnya. Untuk jaringan-2 yang berskala besar sangat dianjurkan untuk memakai routing dynamic seperti RIP; EIGRP; OSPF.
5.      Secara default, semua paket broadcast akan di blok.
6.      Harus menggunakan kedua address layer 2 (MAC) dan juga address layer 3.
7.      Security dan pengendalian dapat diimplementasikan pada layer 3 dengan menggunakan extended access-list.
Pemilihan router untuk infrastrucktur WAN anda haruslah memenuhi persyaratan standard berkut:
1.       Mendukung IP routing
2.      Seharusnya modular dan rack-mounted (hanya opsional)
3.      Mendukung protocol routing OSPF untuk koneksi ke jaringan core global corporate WAN anda
4.      Mendukung jenis koneksi WAN jika memang diperlukan seperti frame relay; ISDN; analog PSTN dan ATM.
5.      Mendukung paket filter (extended access-list)
6.      Untuk Cisco haruslah dengan IOS 12.1 keatas
7.      Mendukung interface command line, telnet dan manajemen SNMP v2
8.      Mendukung IP multicasting (CGMP, IGP dan PIM)
Fungsional internetwork sangat dipengaruhi oleh kinerja dan opsi konfigurasi yang diberikan oleh layanan interkoneksi WAN. Pada piranti router low-end yang tidak direkomendasikan, opsi seperti Quality of service (QoS), IP multicasting dan access-list extended kemungkinan tidak tersedia, sehingga aplikasi seperti VoIP dan kolaborasi message interactive menjadi tidak mungkin.

Jaringan Komputer

Brainstorming Awal Dalam Membangun Infrastructure Jaringan komputer Pada Organisasi Anda
Jaringan komputer pada awalnya merupaka kata-2 yang asing sekali didengar di telinga kita pada awal tahun 70-an. Mungkin hanya sebagian kecil saja yang mengerti atau bahkan mendengar kata-2 jaringan komputer. Jaringan komputer bisa memungkinkan beberapa komputer untuk saling berbagi dan bertukar data satu sama lainnya melalui suatu infrastruktur jaringan komputer. Jaringan komputer pertama kali di design oleh ARPA (Advanced Research Projects Agency) yang diperuntukkan kepada departemen pertahanan Amerika Serikat pada awal tahun 1970-an.
Di era digital sekarang ini, sebagian besar orang yang hidup dikota-2 besar dirumahnya sudah tersedia sebuah komputer desktop atau notebook. Anda tahu sendiri kan betapa hampir semua orang yang mempunyai komputer atau laptop dirumah mereka terhubung dengan internet ke dunia luar sana yang merupakan suatu jaringan komputer. Bahkan dirumah-2 yang mempunyai banyak anggota keluarga mempunyai lebih dari satu komputer yang terhubung secara sederhana membentuk jaringan.
Kemungkinan anda telah mempunyai suatu jaringan komputer di rumah, sadar atau tidak jika komputer atau laptop anda dirumah terhubung dengan internet baik melalui koneksi dial-up atau melalui koneksi broadband kabel misal Speedy Telkom ke penyedia internet – ISP (Internet Service Provider) anda. Jika anda bekerja sebagai suatu system administrator atau system engineer di kantor dimana anda bekerja, anda harus paham betul dengan design jaringan yang telah di design oleh consultant system engineer anda sebelumnya.
Kembali seperti gambaran dalam halaman muka tentang gambar sederhana yang menggambarkan tiga tempat yang akan saling berhubungan dengan suatu jaringan komputer, saya asumsikan anda sebagai system administrator dari suatu perusahaan tambang Guinea Smelter yang mempunyai kantor pusat di Hongkong dan tambang di remote site di afrika barat Guinea.
Sebagai fresh graduate yang baru lulus dari jurusan System informatika anda dituntut untuk bisa merealisasikan suatu project untuk membuat suatu jaringan komputer yang mengbungkan kantor pusat di Hongkong dan kedua site tambang yang masing ada di Lumpur Sidoarjo dan juga di Guinea di Afrika barat sono. Satu lagi bahwa perusahaan anda menginginkan juga fasilitas system messaging – email exchange sendiri sebagai system komunikasi messaging buat perusahaan tempat anda bekerja.
Wuohh …gak kebayang dech anda bakal mempunyai tugas yang bakal bejibun yang bisa bikin anda kelepek-kelepek jika anda belum mempunyai pengalaman sama sekali menangani project beginian. Apa yang bisa anda kerjakan untuk memulai project ini.
Pertama kali anda harus membuat suatu brain storming …ngumpulin data sebanyak-2 nya untuk menunjang project ini. Pengumpulan data sebanyak-2nya ini sangat penting sekali agar anda bisa membuat suatu network design infrastruktur jaringan komputer berdasarkan data yang bakal anda peroleh nantinya. Anda harus memulai mengumpulkan data-2 seperti pertanyaan-2 berikut:
  1. Berapa user yang akan memakai komputer pada kantor pusat di Hongkong dan kedua site tambang baik di Sidoarjo maupun di Guinea. Hal ini sangat penting untuk bisa membuat design alokasi IP address yang bakal dipakai di kantor pusat dan di kedua kantor tambang nantinya dan sudah termasuk didalamnya design subnetnya juga.
  2. Anda juga harus memeriksa bagaimana pasokan power listrik di ketiga tempat tersebut, seberapa bagus supply listriknya dan juga system grounding nya juga perlu diperiksa. Hal ini penting untuk men-design backup power jika power utama lagi bermasalah dan tidak tersedia sehingga system jaringan komputer bisa tetap berjalan setidaknya kalau terjadi downtime hanya sebentar saja.
  3. Apakah policy anda nantinya akan mengijinkan karyawan atau level managemen saja bisa mengakses jaringan komputer secara remote saat mereka bepergian untuk keperluan bisnis perusahaan atau tidak? Apakah anda juga harus membangun suatu jaringan virtual private? Anda perlu mendesign endpoint security atau security di bagian entry point anda dengan jaringan untrusted – jaringan internet public. Security firewall anda harus dedesign sedemikian rupa agar betul-betul hanya menginjinkan authorized user saja yang bisa masuk ke jaringan komputer anda dari internet, sehingga infrastructure anda betul-2 aman dari segala ancaman keamanan dari internet.
  4. Apakah ada penyedia jaringan telepon di kantor tambang anda di Guinea sana? Biasanya sich kalo namanya daerah tambang itu yach didaerah remote yang sulit dijangkau oleh fasilitas public seperti jaringan telpon. Untuk itu anda harus bekerja sama dengan vendor setempat yang bisa menyediakan jasa sambungan satellite untuk kebutuhan Wide Area Network anda. Kalau memang terjangkau telpon public, apakah anda akan menggunakan jaringan frame relay untuk koneksi WAN anda, atau jaringan point-to-point, apakah anda juga memerlukan jaringan ISDN atau lainnya.
  5. Duduklah bersama management anda dan diskusikan tentang seberapa kritis system jaringan komputer anda nantinya akan berjalan. Hal ini akan membantu anda untuk mendesign system redundancy; apakah nantinya anda perlu membangun system cluster; load balance atau tidak diperlukan system redundancy karena terbatasnya budget. Service level agreement harus dibuat untuk semua services yang bakal anda design dalam jaringan komputer anda.
  6. Jika sudah tersedia beberapa komputer di kantor pusat anda atau di kedua tempat tambang anda, periksa apakah komputer-2 tersebut sudah mempunyai LAN card atau belum. Hampir semua komputer baru sekarang ini sudah terpasang dengan LAN card built-in dan bahkan laptop baru sekarang sudah terpasang built-in LAN card dan wireless network card – Wi-fi card.
  7. Bagaimana lokasi antar bangunan yang akan saling terhubung nantinya dengan jaringan komputer anda. Apakah antar bangunan itu terpisah jauh atau bahkan tidak memungkinkan untuk di hubungkan dengan kabel jaringan atau kabel LAN, maka anda perlu mendesign dengan menggunakan jaringan Wireless LAN untuk menunjang infrastruktur jaringan komputer anda.
  8. Lakukan wawancara dengan beberapa user kunci dari masing-2 departemen bagaimana mereka akan mengelola datanya. Misalkan departemen keuangan, bagaimana mereka menginginkan keamanan data keuangan perusahaan? Anda perlu melakukan suatu security assessment yang akan mempengaruhi design keamanan jaringan komputer anda nantinya, apakah anda perlu membuat segmen jaringan khusus departemen keuangana atau tidak.
  9. Dan masih banyak sekali tergantung kondisi perusahaan anda, anda bisa mengumpulkan sebanyak mungkin data yang anda perlukan untuk menunjang design jaringan komputer anda.
Jika anda rasa data yang terkumpul sudah cukup maka anda sudah bisa memulai untuk merencanakan jaringan komputer anda berdasarkan data yang telah anda kumpulkan.

Kabel LAN

Kabel lan merupakan media transmisi Ethernet yang menghubungkan piranti-2 jaringan dalam jaringan komputer anda. Adalah sangat bermanfaat jika anda mengenal lebih baik mengenai kabel lan sebelum anda membuat design jaringan. Design kabel jaringan yang bagus, merupakan unsur pendukung yang membuat jaringan komputer lan anda nantinya mudah dipelihara dan bisa diandalkan. Jadi kabel lan sangat bermanfaat sekali dalam realitas jaringan. Yang berikut adalah jenis-2 kabel lan yang umum dipakai dalam jaringan lan.
Kabel lan coaxial
Kabel lan coaxial digunakan pada Ethernet 10Base2 dan 10Base5 beberapa tahun yang lalu. 10Base5 mengacu pada thicknet sementara 10Base2 mengacu pada thinnet sebab 10Base5 dulu menggunakan kabel lan coaxial yang lebih tebal.
LAN Cable - coaxial
LAN Cable - coaxial
Awalnya Ethernet mendasakan jaringannya pada Kabel lan coaxial yang mana bisa membentang sampai 500 meter dalam satu segmen. Kabel lan coaxial ini mahal, dan maksimum hanya sampai kecepatan 10Mbps saja. Kabel lan coaxial ini sekarang sudah tidak popular.
UTP (Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded twisted pair)
Ada dua jenis kabel dengan kawat tembaga ini yaitu STP dan UTP, akan tetapi yang paling popular adalah kabel lan UTP.
LAN Cable - UTP and STP
LAN Cable - UTP and STP
Gambar diatas ini menunjukkan detail komponen dari kabel lan UTP dan STP.
Kabel lan UTP adalah yang paling popular yang terdiri dari 4 pasang kabel yang saling melilit dengan kode warna khusus yang standard dan diisolasi dengan plastic. Tingkatan dari kabel UTP ini diindikasikan oleh banyak nya lilitan atau pumtiran per inchi, tingkat rendahnya attenuasi, kurang nya tingkat interferensi dan gejala crosstalk. Panjang maksimum per segmen dari kabel lan ini adalah 100 meter saja, jika lebih panjang dari 100 meter maka anda tidak bisa menjamin tingginya tingkat attenuasi. Kecepatan yang bisa dicapai adalah sampai 1 Gigabit yaitu dari jenis kabel lan UTP Cat5e, yang mana jumlah puntiran atau lilitan dari pasangan kabel sedikit lebih banyak per inchi dan ditambah lagi adanya jaket kabel nilon tunggal sebagai insulasi. Jadi sekali lagi grade dari UTP kabel ini ditentukan oleh banyaknya puntiran per inchi.
Standard UTP
1.       Kabel lan UTP Cat 1, dipakai untuk jaringan telpon.
2.       Kabel lan UTP Cat 2, kecepatan maksimum 4 Mbps, aslinya dimaksudkan untuk mendukung Token Ring lewat UTP.
3.       Kabel lan Cat 3, dengan kecepatan maksimum 10 Mbps. Kabel lan ini bisa dipakai untuk jarigan telpon dan merupakan pilihan kabel lan UTP masa silam.
4.       Kabel lan UTP Cat 4, kecepatan maksimum adalah 16 Mbps, umum dipakai jaringan versi cepat Token Ring.
5.       Kabel lan Cat 5, kecepatan maksimum 1 Gigabps, sangat popular untuk kabel lan desktop.
6.       Kabel lan UTP Cat 5e, dengan kecepatan maksimum 1 Gigabps, tingkat emisi lebih rendah, lebih mahal dari Cat 5 akan tetapi lebih bagus untuk jaringan Gigabit.
7.       Kabel lan UTP Cat 6, kecepatan maksimum adalah 1 Gigabps+, dimaksudkan sebagai pengganti Cat 5e dengan kemampuan mendukung kecepatan-2 multigigabit.
Identifikasi UTP
Anda harus terbiasa dengan baik untuk bisa mengidentifikasikan cabling ini dengan memeriksa pin-2 nya. Sebenarnya ada dua macam standard yaitu:
1.       T568-A adalah kabel lan UTP jenis straight through, kedua ujung penempatan kabel pada pin-2 konektor RJ-45 adalah sama.
2.       T568-B adalah kabel lan UTP jenis cross-over. Anda bisa perhatikan dengan seksama pada kabel cross-over ini, pasangan pin 2 dan 5 dan pasangan pin 1 dan 3 bertukar tempat.
UTP Cable Connection
UTP Cable Connection
Meghubungkan piranti
Aturan main dari pemakaian kabel ini adalah sebagai berikut, jika untuk menghubungkan dua jenis piranti yang berbeda, gunakan kabel lan UTP straight-through. Sementara jika anda menghubungkan dua piranti yang sejenis, gunakanlah kabel lan cross-over.
UTP Cable - pin assignment
UTP Cable - pin assignment
Fiber optic
Fiber optic merupakan media transmisi terkini untuk standard Ethernet dalam kabel lan. Perbedaan utama dalam hal fungsi antara kabel fiber optic dan kabel electric adalah sebagia berikut:
  • Jarak lebih jauh
  • Jauh lebih mahal
  • Kurang interferensi magnetic, membuatnya lebih aman
  • Dapat menunjang keceptan sampai 10Gigabits
Fibre Optic Cable Diagram
Fibre Optic Cable Diagram
Ada dua macam kabel lan dalam piranti optic ini:
  • Multimode (MM), menggunakan ukuran diameter fiber optic lebih luas
  • Single mode (SM), menggunakan diameter fiber optic sangat kecil. Jenis ini sangat mahal dikarenakan proses fabrikasinya lebih presisi. Kabel optic ini bisa mencapai jauh lebih panjang dari pada jenis optic MM.
Konektor optic
Untuk mentransmisikan data lewat kabel lan optic ini anda memerlukan sebuah strand optic tunggal untuk satu arah. Anda memerlukan dua strand optic untuk kedua arah masing-2 untuk kirim dan terima. Konektor untuk masing ujung dari fiber optic ini umumnya seperti gambar berikut:
Fiber optic connector
Fiber optic connector
Kita kembali ke scenario awal kita, bagaimana menghubungkan setiap bangunan dengan menggunakan kabel lan berdasarkan pengetahuan kita tentang kabel lan diatas? Gambar berikut ini adalah gambar best practice cara menghubungkan dua gedung dengan kabel lan, dalam scenario kita menggunakan kabel lan outdoor UTP Cat5e. Anda bisa menggunakan kabel lan UTP crossover. Kabel crossover saling disambungkan pada port trunk dari switch yang akan disambungkan. Anda perlu mengkonfigure port ini agar berfungsi sebagai port trunk. Untuk lebih jelasnya lihat artikel selanjutnya konfigurasi jaringan.
Lan Cabling
Lan Cabling
Drop cable adalah kabel yang menghubungkan setiap computer dengan switch. Kabel lan ini seharusnya memakai kabel UTP Cat 5e dengan ujung masing-2 mempunyai konektor RJ-45. Kabel lan minimum adalah 0.6 meter dan maksimumnya adalah 100 meter.
Bagaimana konfigurasi best practice yang lebih popular dalam jaringan komputer untuk menghubungkan antar computer dengan switch ini? Gambar berikut ini gambaran sederhana tentang cara menghubungkan kabel lan antara switch dengan komputer dalam jaringan anda.
La Cabling - Panel Diagram
La Cabling - Panel Diagram
Wall jack adalah titik hubung sejenis dengan yang sering kita dapati dalam telepon, sehingga bisa menghubungkan jaringan kabel lan UTP RJ-45.
Patch cable adalah segmen kabel UTP yang dipakai untuk menghubungkan kartu interface jaringan ke wall jack atau untuk menghubungkan bagian-2 lain dari instalasi kabel jaringan ini.
Patch panel merupakan panel penghubung yang menyediakan multi port yang menyalurkan kabel-2 ke piranti-2 atau hardware penghubung lainnya seperti switch.
Dalam scenario kita, anda bisa mengaplikasikan cara ini pada masing-2 gedung HRD; Mining dan Workshop. Nah untuk memudahkan pemeliharaan jaringan kabel lan ini jika ada masalah dikemudian hari, anda harus membuat tanda atau penomoran untuk setiap wall jack yang terubung ke patch panel. Dan juga pastikan bahwa anda mempunyai datar dari system penomoran ini dan letakkan didalam patch panel untuk mempermudah pemeliharaan jika ada masalah dalam jaringan kabel lan. Satu lagi yang perlu diingat adalah kabel lan ini adalah musuhnya tikus. Tidak jarang tikus memporakporandakan kabel lan anda dengan cara menggigit sampai putus. Untuk itu anda perlu menghindari hal ini dengan cara memasukkan kabel-2 lan ini kedalam duct in sedemikian rupa agar tikus tidak bisa masuk

Jaringan Ethernet

Jarigan Ethernet adalah jaringan standard LAN yang sangat popular dalam jaringan komputer.
Jaringan Ethernet menjadi jaringan LAN standard yang sangat popular saat ini. Dibanding dengan kompetitornya di masa 20 tahun yang lalu yaitu jaringan Token Ring, jaringan Ethernet telah memenangkan pertarungan ini dikarenakan sifat / karakteristic superiornya; kemudahan dan biaya murah tapi handal. Sehingga jaringan Ethernet lebih banyak dipakai pada jaringan local LAN maupun jaringan LAN yang terhubung dan membentuk jaringan WAN. Dari spesifikasi komersil aslinya dengan kemampuan transfer data hanya sampai 10 Mbps, sampai jaringan Ethernet dengan kemampuan 10 Gigabit per-second sekarang ini, jaringan Ethernet telah berevolusi dan menjadi protocol Ethernet paling popular sejauh ini.
Jaringan Ethernet mendefinisikan kedua layer 1 (Physical layer) dan layer2 (Data Link Layer) dari model referensi OSI. Layer Phyisical dan Data link layer bekerja bersama-sama untuk memberikan fungsi pengiriman data melewati berbagai jenis jaringan fisik. Beberapa detail fungsi fisik harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum suatu komunikasi terjadi, seperti kabel jaringan, jenis-2 konektor yang dipakai pada ujung-2 kabel, dan begitu juga level voltage dan arus yang dipakai untuk encode binary 0 dan 1.
Data Link layer mendifinisikan protocol-2 atau aturan-2 untuk menentukan kapan suatu komputer boleh menggunakan jaringan fisik saat komputer tidak seharusnya menggunakan jaringan, dan bagaimana untuk mengetahui error yang terjadi selama transmisi data.
Istilah Ethernet merujuk kepada keluarga protocol dan standards yang secara ber-sama-2 mendifinisikan layer physical dan Data link dari jenis LAN yang paling popular. Ada Banyak varian Ethernet yang meliputi:
1. 10 Base-T
2. Fast Ethernet
3. Gigabit Ethernet
Jaringan Ethernet 10Base-T
Jaringan Ethernet 10-baseT mengijinkan kita memakai kabel telpon yang sudah ada, atau kabel yang lebih murah jika dibutuhkan kabel baru. Jaringan Ethernet 10-BaseT menggunakan piranti apa yang disebut HUB. Jaringan fisik Ethernet 10-BaseT menggunakan Ethernet Card atau NIC (Network Interface Card) pada komputer, perkabelan dan sebuah HUB (yang merupakan salah satu piranti jaringan yang paling kuno).
HUB yang dipakai pada jaringan Ethernet 10-BaseT pada dasarnya adalah Repeater multiport. Hal ini berarti bahwa HUB adalah semata-2 piranti penguat sinyal elektrik yang masuk kepada salah satu port dan disebarkan ke seluruh port dari HUB tersebut, sehingga tabrakan (collision) sangat mungkin saja terjadi.
Perkabelan jaringan Ethernet 10Base-T
Jaringan Ethernet 10-BaseT menggunakan kabel UTP Category 5 dengan konektor RJ-45.
  • Kabel yang dipakai untuk menghubungkan komputer kepada HUB menggunakan kabel Straight-through
  • Kabel yang menghubungkan antar HUB menggunakan kabel cross.
Diagram Cabling - Jaringan Ethernet
Diagram Cabling - Jaringan Ethernet
Pada beberapa jenis HUB atau Switch sekarang ini telah menggunakan Autosensing – yang mengenali jenis kabel anda, jadi tidak harus menggunakan kabel cross – cukup menggunakan kabel straight through untuk semua sambungan.
Collision menjadi masalah kinerja HUB
Jaringan Ethernet 10-Base2; 10Base5; dan 10BaseT tidak akan bisa berjalan tanpa adanya CSMA/CD. Akan tetapi dengan algoritma CSMA/CD, Ethernet menjadi lebih tidak effisien pada beban yang lebih tinggi, Ethernet akan menjadi lambat saat beban jaringan mulai melebihi pemakaian 30%.
Bagaimana CSMA/CD logic membantu menjaga terjadinya collision (tabrakan) begitu juga bagaimana dia bereaksi jika suatu tabrakan terjadi. Layaknya jalan raya dua arah, begitu juga yang terjadi pada jaringan HUB yang rentan terjadi tabrakan. Algoritma CSMA/CD bisa dijelaskan sebagai berikut:
1. Suatu piranti jaringan dengan frame data yang akan dikirim, terlebih dahulu mendengarkan jaringan apakah sedang sepi atau tidak.
2. Jika jaringan Ethernet tidak lagi sibuk, pengirim mulai mengirimkan frame data kepada jaringan.
3. Si pengirim mencermati untuk meyakinkan apakah terjadi tabrakan atau tidak.
4. Segera saat si pengirim mengetahui terjadi suatu tabrakan, mereka masing-2 mengirim sinyal Jamming (sinyal kemacetan jalur) untuk memastikan bahwa semua stasiun mengetahui bahwa telah terjadi tabrakan.
5. Segera setelah sinyal jamming dikirim, setiap pengirim menghitung (timer) secara random dan menunggu selama itu pula sebelum mereka mulai mengirim frame kepada jaringan.
6. Jika timer sudah habis, maka proses dimulai lagi dari awal steppertama, begitu seterusnya sampai berhasil mengirim suatu data frame kepada alamat tertuju.
LAN Swith – mengurangi collisions
Istilah Collision domain mendifinisikan satu set piranti dalam suatu boundary yang memungkinkan data frame terjadi collisions. Semua piranti pada suatu jaringan 10Base2, 10Base5, dan 10Base-T yang menggunkaan HUB beresiko collisions antara frame yang mereka kirimkan, makanya semua piranti jaringan yang ada pada salah jenis jaringan Ethernet ini berada dalam satu collision domain.
Untuk itu muncullah LAN Switch yang bisa mengatasi masalah collisions domain ini dan juga masalah algoritma CSMA/CD dengan jalan menghilangan kemungkinan terjadinya collision. Tidak seperti HUB, Switch tidak menciptakan shared bus, Swicth memperlakukan setiap port sebagai sebuah bus yang terpisah. Switches menggunakan memory buffer untuk memegang data frame yang datang, sehingga jika ada dua piranti yang tergubung pada Switch secara bersamaan mengirimkan data, switch akan mengirim satu frame dan memegang frame kedua kedalam memory buffer, kemudian menunggu untuk mengirim frame kedua sampai frame pertama tadi selesai dikirim sehingga tidak akan pernah terjadi collisions.
Full-Duplex – menghilangkan collisions
Spesifikasi aslinya dari Ethernet adalah menggunakan shared bus, dimana pada saat yang sama hanya ada satu frame saja yang bisa dikirim atau lajim disebut sebagai Half-Duplex. LAN Switch dengan hanya satu piranti untuk setiap port yang terhubung pada switch memungkinkan operasi Full-Duplex. Full-Duplex berarti bahwa Ethernet card dapat mengirim dan menerima frame secara bersamaan.
Kesimpulan Jaringan Ethernet
Protocol-2 physical layer mendifinisikan bagaimana untuk mengirimkan data melewati medium fisik. Protocol-2 data link layer membuat jaringan fisik tersebut berguna dengan cara mendefinisikan bagaimana dan kapan jaringan fisik tersebut digunakan. Jaringan Ethernet mendifinisikan layer pertama dari model OSI berfungsi untuk jaringan Ethernet, termasuk perkabelan, konektor, level voltase, dan batas jarak kabel, dan juga banyak fungsi penting dari layer 2 model OSI.

Get a free account @dmzismu.com